Nothin'
another story

6月
10
SELASA, 2 JUNI 2009 | 09:59 WIB
Bahan kulit:
3 btr telur
50 ml air
2 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
1 sdm mentega, cairkan
½ sdt garam
Isi:
100 gr makaroni, rebus sampai empuk
1 sdm mentega
2 sdm tepung terigu
2 siung bawang putih, cincang kasar
4 bh sosis sapi potong tipis
150 ml susu cair
100 gr jamur kancing, iris dadu
1 btg seledri, iris tipis
2 btr telur
1 sdt garam
½ sdt lada
¼ sdt pala
plastik untuk pembungkus
Saus:
100 gr bawang bombai, cincang
1 sdm margarin
100 gr saus tomat
1 sdt garam
½ sdt lada
150 ml air
Cara membuat:
1. Kulit: campur semua bahan, aduk sampai licin. Panaskan sedikit minyak, buat dadar tipis berdiameter 22 cm sebanyak 6 lembar. Sisihkan.
2. Panaskan mentega, tumis bawang putih sampai harum, masukkan tepung terigu, aduk rata. Tambahkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata.
3. Masukkan sosis sapi, jamur kancing, seledri, lada, garam, pala, dan telur, aduk rata.
4. Ambil selembar dadar telur, taruh di atas plastik, taruh sebagian makaroni di ujung dadar telur. Gulung sampai padat. Lakukan sampai adonan habis.
5. Saus: panaskan margarin, tumis bawang bombai sampai harum, masukkan air, saus tomat, garam, lada, dan gula, masak sampai semua bahan matang.
6. Kukus selama 20 menit. Potong-potong seperti rolade, hidangan dengan saus.
Untuk 8 orang

SELASA, 2 JUNI 2009 | 09:59 WIB

Bahan kulit:

3 btr telur

50 ml air

2 sdm tepung terigu

1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air

1 sdm mentega, cairkan

½ sdt garam

Isi:

100 gr makaroni, rebus sampai empuk

1 sdm mentega

2 sdm tepung terigu

2 siung bawang putih, cincang kasar

4 bh sosis sapi potong tipis

150 ml susu cair

100 gr jamur kancing, iris dadu

1 btg seledri, iris tipis

2 btr telur

1 sdt garam

½ sdt lada

¼ sdt pala

plastik untuk pembungkus

Saus:

100 gr bawang bombai, cincang

1 sdm margarin

100 gr saus tomat

1 sdt garam

½ sdt lada

150 ml air

Cara membuat:

1. Kulit: campur semua bahan, aduk sampai licin. Panaskan sedikit minyak, buat dadar tipis berdiameter 22 cm sebanyak 6 lembar. Sisihkan.

2. Panaskan mentega, tumis bawang putih sampai harum, masukkan tepung terigu, aduk rata. Tambahkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata.

3. Masukkan sosis sapi, jamur kancing, seledri, lada, garam, pala, dan telur, aduk rata.

4. Ambil selembar dadar telur, taruh di atas plastik, taruh sebagian makaroni di ujung dadar telur. Gulung sampai padat. Lakukan sampai adonan habis.

5. Saus: panaskan margarin, tumis bawang bombai sampai harum, masukkan air, saus tomat, garam, lada, dan gula, masak sampai semua bahan matang.

6. Kukus selama 20 menit. Potong-potong seperti rolade, hidangan dengan saus.

Untuk 8 orang

6月
10
MINGGU, 7 JUNI 2009 | 11:56 WIB
Bahan steik:
30 gr daging sapi, cincang
50 gr wortel, parut halus
50 gr buncis, iris halus
1 lbr roti tawar, suwir-suwir
1 btr telur ayam, kocok lepas
4 siung bawang putih, haluskan
4 bh bawang merah, haluskan
1/2 sdt garam
1/4 sdt lada hitam bubuk
1/4 sdt penyedap rasa sapi, bila suka
Bahan saus steik:
100 ml air kaldu sapi
1 buah wortel, potong-potong
1 btg seledri, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
1 btg daun bawang, iris halus
1/4 bawang bombai, cincang halus
1 sdt garam
1/4 sdt lada bubuk
Bumbu saus:
kecap asin
lada hitam bubuk
1 sdm saus tiram
1 sdm mentega
1/2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air
Cara membuat:
1. Campur semua bahan daging steik jadi satu. Bentuk seperti daging steik, pipihkan sambil dibuat guratan daging.
2. Panaskan 1 sendok teh mentega di wajan anti lengket, masak steik sambil dibolak-balik hingga matang.
3. Buat saus: rebus semua bahan saus steik hingga lembut. Angkat lalu dinginkan. Blender hingga halus.
4. Masukkan saus steik ke dalam wajan, tambahkan bumbu saus. Aduk hingga meletup-letup. Siram ke atas steik, hidangkan dengan aneka rebusan sayur.

MINGGU, 7 JUNI 2009 | 11:56 WIB

Bahan steik:
30 gr daging sapi, cincang
50 gr wortel, parut halus
50 gr buncis, iris halus
1 lbr roti tawar, suwir-suwir
1 btr telur ayam, kocok lepas
4 siung bawang putih, haluskan
4 bh bawang merah, haluskan
1/2 sdt garam
1/4 sdt lada hitam bubuk
1/4 sdt penyedap rasa sapi, bila suka

Bahan saus steik:
100 ml air kaldu sapi
1 buah wortel, potong-potong
1 btg seledri, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
1 btg daun bawang, iris halus
1/4 bawang bombai, cincang halus
1 sdt garam
1/4 sdt lada bubuk

Bumbu saus:
kecap asin
lada hitam bubuk
1 sdm saus tiram
1 sdm mentega
1/2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air

Cara membuat:
1. Campur semua bahan daging steik jadi satu. Bentuk seperti daging steik, pipihkan sambil dibuat guratan daging.
2. Panaskan 1 sendok teh mentega di wajan anti lengket, masak steik sambil dibolak-balik hingga matang.
3. Buat saus: rebus semua bahan saus steik hingga lembut. Angkat lalu dinginkan. Blender hingga halus.
4. Masukkan saus steik ke dalam wajan, tambahkan bumbu saus. Aduk hingga meletup-letup. Siram ke atas steik, hidangkan dengan aneka rebusan sayur.

4月
28

Bahan:
250 g tahu sutera/tofu/yaki tofu, potong-potong
100 g sawi/bayam, potong-potong
Kuah:
1 sdm minyak sayur
2 siung bawang putih, cincang halus
100 g bawang Bombay, iris tipis
75 g daging ayam berlemak, iris tipis
750 ml kaldu
1/2 sdt merica hitam bubuk
1 sdt garam
1 sdm kecap asin

Cara membuat:
Kuah:

  • Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu dan harum.
  • Masukkan daging ayam, aduk hingga kaku.
  • Tuangi kaldu dan tambahkan bumbu.
  • Kecilkan api dan didihkan.
  • Masukkan tofu, didihkan kembali.
  • Tambahkan bayam.swai, aduk sebentar. Angkat.
  • Sajikan panas.
4月
28

Bahan:
Kulit Pizza:
100 ml susu segar
1 bungkus (11 g) ragi instant
500 g tepung terigu protein tinggi
1 sdm garam halus
2 sdm minyak olive
250 ml air (sesuaikan dengan kondisi tepung)
Olesan:
250 g saus tomat (dari tomat kalengan)
Topping:

2 sdm minyak olive
1 siung bawang putih, memarkan, cincang kasar
12 ekor udang besar, kupas,m potong kasar
200 g daging cumi, potong kecil
200 g scallop
8 buah kerang hijau, ambil dagingnya
5 lembar daun basil segar, iris halus
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:

  • Kulit Pizza: masak susu dan ragi hingga hangat dan ragi larut. Angkat.
  • Aduk tepung terigu dengan garam hingga rata.
  • Tambahkan larutan ragi, minyak olive dan telur. Aduk hingga rata.
  • Tambahkan air sedikit-sedikit hingga adonan kalis.
  • Bulatkan adonan dan istirahatkan selama 1 jam atau mengembang dua kali semula.
  • Bagi adonan menjadi 4 bagian. Bulatkan tiap adonan.
  • Gilas adonan hingga tipis dan bundar.
  • Topping: Tumis bawang putih hingga wangi.
  • Masukkan seafood dan aduk hingga berubah warna dan matang.
  • Tambahkan basil dan merica serta garam. aduk rata Angkat.
  • Penyelesaian: Olesi adonan pizza yang sudah tipis dengan Saus Tomat.
  • Taburkan seafood tumis di atasnya.
  • Panggang dalam oven panas 180 C selama 10-15 menit hingga pinggirnya kecokelatan.
4月
28

Bahan:
50 gr chicken nugget
100 gr nasi putih dingin
1 btr telur, kocok lepas
30 gr green pea/ kacang polong
20 gr bawang bombai, cincang halus
10 gr garam
2 gr lada bubuk
10 gr kerupuk goreng
10 gr mentega

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombai sampai layu. Masukkan telur sambil diaduk hingga berbutir-butir.
2.Tambahkan nasi, aduk rata. Masukkan green pea, garam, dan lada. Aduk rata hingga bumbu meresap. Angkat.
3. Goreng chicken nugget sampai matang, sisihkan.
4. Sendokkan nasi goreng ke piring hidang, letakkan chicken nugget di atasnya.

Hidangkan hangat dengan saus tomat, saus cabai, dan kerupuk.

Untuk 1 orang

4月
27
KAMIS, 23 APRIL 2009 | 18:08 WIB

KOMPAS.com — Inilah susahnya hidup di Indonesia. Saat Anda masih asyik melajang, keluarga dan teman-teman terus saja bertanya, “Kapan kawin?” Setelah 2-3 tahun menikah, dan belum dikaruniai momongan, Anda masih juga dihujani pertanyaan, “Kapan nih punya anak?” Bila tubuh Anda sedikit gemuk lantaran lupa diet, teman langsung saja menembak, “Kamu hamil, ya?” Anda sedikit resah juga sih, mengingat usia yang sudah mendekati 35 tahun. Tetapi berondongan pertanyaan yang itu-itu saja seputar kapan punya anak, bukan lagi terasa sebagai perhatian mereka terhadap Anda, melainkan menjadi suatu siksaan. Siapa sih, yang tak ingin punya baby?

Jika Anda merasa terganggu dengan berbagai pertanyaan “menyudutkan” seperti itu, penting untuk menggali lebih dulu mengenai keinginan Anda (atau ketidakinginan Anda) memiliki anak. Coba jawab dengan jujur, apakah Anda ingin memiliki anak karena:

* Akan makin mendekatkan hubungan Anda dengan pasangan, atau Anda khawatir Anda dan pasangan dianggap “tidak mampu” memiliki anak?
* Hidup berkeluarga akan makin lengkap dengan kehadiran anak, atau tradisi menuntut Anda untuk memiliki anak?
* Untuk melanjutkan keturunan karena hal ini ada dalam kitab suci, atau Anda merasa harus “mengejar setoran” karena usia tak lagi muda?
* Anda dan suami sangat mencintai anak-anak, atau Anda dulu gagal menjadi orang yang Anda inginkan dan berharap anak yang dapat melakukannya?
* Anda memiliki naluri keibuan yang harus tersalurkan, atau Anda hanya ingin terbebas dari desakan keluarga?

Bila Anda lebih banyak mengkhawatirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kedua, mungkin sebaiknya Anda berpikir ulang mengenai keinginan mempunyai anak. Bila kelahiran anak hanya disebabkan tuntutan dari luar diri Anda (seperti desakan keluarga), hal ini menjadi tidak adil bagi si anak. Sering kali orangtua merasa tidak sanggup memiliki anak, entah karena masalah biaya, tanggung jawab, atau memiliki anak tidak dirasakan sebagai “panggilan” bagi dirinya sehingga hadirnya anak hanya dirasakan sebagai beban. Anda memang tidak sepenuhnya salah karena lingkungan kitalah yang menuntut kita untuk meneruskan tradisi ini.

Adapun bagi Anda yang memang sudah lama mengharapkan kehadiran anak, Anda memang patut resah ketika si kecil tak juga hadir menemani Anda. Meskipun begitu, Anda tak sepatutnya merasa tersiksa akibat rongrongan dari orang-orang di sekitar Anda. Anda sudah cukup cemas, gelisah, atau sedih karena harapan Anda belum terpenuhi, maka tidak selayaknya orang lain makin membebani pikiran Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah menyalahkan itu.

Nah, bila saat ini Anda merasakan keresahan yang sama dengan perempuan-perempuan lain yang belum juga dianugerahi momongan, inilah yang perlu Anda pikirkan untuk melenyapkan kegelisahan Anda.

1. Selama 15 tahun terakhir, jumlah perempuan yang melahirkan pertama kali pada usia antara 30-39 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada periode yang sama, jumlah perempuan usia di atas 40 tahun yang melahirkan untuk pertama kalinya, meningkat 50 persen. Jadi, memang ada kecenderungan demikian, yang artinya Anda tidak sendiri.

2. Risiko yang dihadapi dalam kehamilan setelah usia 35 tahun kadang-kadang dibesar-besarkan. Banyak wanita yang tetap mampu melahirkan dengan lancar, dengan anak yang sehat. Dalam banyak studi, terlihat bahwa wanita yang sehat hanya menghadapi risiko kehamilan yang rendah, meskipun kehamilan di atas usia 35 tahun sering dianggap meningkatkan risiko komplikasi. Dalam hal ini, usia bukan satu-satunya hal yang menentukan risiko, melainkan juga kesehatan Anda. Usia memang tak lagi dapat dilawan, tetapi Anda masih bisa mengubah pola hidup yang lebih sehat, bukan? Dan, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab Anda lho, tetapi juga suami.

3. Masalah kesuburan yang sudah menurun, perubahan hormon yang memengaruhi ovulasi, menurunnya jumlah sel telur yang siap diovulasi, atau komplikasi kehamilan adalah beberapa risiko yang umumnya akan dihadapi perempuan usia di atas 35 tahun. Meskipun demikian, perkembangan dalam dunia medis dapat membantu perempuan menjalani kehamilan yang sehat. Anda dapat menjalani perawatan untuk meningkatkan kesuburan, mengurangi kekentalan darah, atau apa pun yang berkaitan dengan gangguan kesehatan pada diri Anda.

4. Ajak suami untuk ikut memeriksakan kesehatannya agar Anda berdua tahu apakah ada faktor dari diri suami yang juga menyulitkan Anda hamil. Bila Anda berdua sudah mengetahui penyebabnya, tentu akan lebih mudah menentukan perawatan apa yang harus dilakukan.

5. Sadarkah Anda bahwa ada hal yang menguntungkan dengan hamil pada usia yang sudah matang? Secara finansial maupun secara hubungan dengan pasangan, Anda sudah stabil. Anda mampu menjalani perawatan yang dibutuhkan (karena obat-obatan dan pemeriksaan lab tergolong mahal), dan sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman mengurus anak, seperti keponakan.

6. Studi yang dilakukan Columbia University dan Johns’ Hopkins School of Medicine menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan perempuan berusia matang mampu menjalani hidupnya dengan lebih baik. Studi The Johns Hopkins (yang sudah berjalan selama 40 tahun) mendapati bahwa anak-anak dari ibu yang berusia matang cenderung tidak mengalami kehamilan saat remaja, umumnya kuliah di tempat yang baik, dan tidak terlibat dalam tindakan kriminal.

7. Meskipun selalu ada peningkatan risiko, mayoritas bayi yang lahir dari ibu berusia matang lahir dalam keadaan sehat. Dokter umumnya akan selalu memonitor kesehatan, dan menyarankan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Khawatir secara berlebihan justru akan berakibat buruk pada Anda dan pada bayi yang sedang Anda kandung (bila Anda saat ini sedang hamil). Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjalani perawatan selama kehamilan, menerapkan pola makan yang sehat, dan menikmati kehamilan Anda.

1月
21
Tongseng
Tongseng kambing

Sabtu, 17 Januari 2009 | 07:31 WIB

Kalau tidak ada kuah gule siap pakai, ganti dengan air lalu tambahkan 1 sdt bumbu kari dan santan kental saat memasaknya. Masakan khas Jogya ini, kata orang Semarang khas sana, tapi orang Solo selalu meyakinkan bahwa ini asli masakan mereka. Nggak perlu ikut pusing, kita nikmati saja yuk !.

Bahan:
1 kg daging kambing campur tulang
5 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu haluskan:
2 sdm ketumbar, sangrai
10 bh bawang merah
6 bh bawang putih
1 sdt jintan
½ sdt biji pala
1 sdt garam

Bumbu lain:
6 lbr daun jeruk purut
2 lbr daun salam
1 btng sereh, memarkan
1 ltr kuah gulai siap pakai.
6 sdm kecap manis
5 lbr daun kol
2 bh tomat, belah 4.

Cara membuatnya:

1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga wangi, masukkan daging kambing, aduk-aduk spy terlumuri bumbu dan daging berubah warna. Masukkan daun jeruk, daun salam dan sereh, aduk rata, masak terus hingga mendidih dan daging empuk.

2. Menjelang diangkat, masukkan kol yg sudah dipotong kasar, dan tomat. Tutup wajan sebentar. Angkat.

1月
06

BAHAN:
2 sdm minyak goreng
2 sdm udang kering/ebi, rendam hingga lunak, angkat
3 cabai merah besar, iris
3 cabai hijau besar, iris
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
250 gr tempe, potong dadu kecil
250 gr buncis, potong-potong
8 sdm kecap manis
1 sdt garam dan 1 sdt merica bubuk

CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak goreng, tumis ebi bersama cabai merah dan cabai hijau hingga layu.
2. Masukkan daun salam, lengkuas, tempe, dan buncis, aduk rata. Tambahkan kecap manis, garam, dan merica bubuk. Masak hingga bumbu merata dan buncis lunak, angkat.
3. Sajikan sebagai pelengkap nasi bungkus.

1月
06
Bahan-Bahan :

2 sendok makan minyak sayur
1/4 sendok teh minyak wijen
2 siung bawang putih, cincang halus
150 gram daging sapi untuk sukiyaki *
200 gram baby bokcoy **
1 sendok makan saus tiram
1 sendok makan kecap asin
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh garam
100 ml air
1/2 sendok teh tepung kanji atau tepung maizena, larutkan dengan sedikit air dingin
* Daging sapi untuk sukiyaki, adalah irisan tipis daging sapi dengan sedikit lemak, dan biasanya dipakai untuk membuat hidangna sukiyaki. Jika tidak ada, bisa digantikan dengan daging sapi yang diiris tipis.
** Baby Bokcoy adalah bokcoy (sejenis sawi yang bentuknya mirip sendok) dalam ukuran kecil. Dapat digantikan dengan sawi hijau (caisim), atau kailan muda.

Cara Mengolah :

1. Panaskan minyak sayur dan minyak wijen.
2. Tumis bawang putih hingga kuning.
3. Tambahkan daging sukiyaki, masak hingga kaku.
4. Masukkan bokcoy, besarkan api, masak hingga layu.
5. Tambahkan bumbu dan air, didihkan.
6. Tuangkan larutan kanji, aduk hingga mengental, angkat.
7. Sajikan hangat.

[ Kembali ke halaman sebelumnya ]
12月
29

Hari ini pas setahun pernikahan. Nothing to do….:(

フォロー

Get every new post delivered to your Inbox.